Categories
Geowisata

GEOWISATA BAHARI PESISIR TIMUR NATUNA

Kisah terdamparnya awak kapal Rusia dan legenda kapal berubah menjadi batu merupakan bagian dari daya tarik geowisata di pesisir timur Pulau Bunguran, Kabupaten Natuna. Kisah dan legenda tersebut merupakan faktor pendukung geowisata yang dikenal dengan elemen Geo+ dalam Kotak Geowisata, mengingat geowisata tidak hanya menjadikan unsur geologi dan geomorfologi sebagai daya tarik utamanya tetapi juga melibatkan unsur sejarah, budaya, serta legenda/ mitos masyarakat setempat sebagai unsur pendukung DTG. Pesisir timur Kabupaten Natuna merupakan bagian dari Paparan Sunda dan masuk dalam wilayah Cekungan Timur Natuna. Sama halnya dengan Bangka, Belitung, dan wilayah kepulauan Riau lainnya, Kabupaten Natuna berada pada jalur timah yang dibawa oleh jalur batolitgranitioid-granatik yg berumur Trias. Pulau Bunguran sebagai pulau terbesar di Kabupaten Natuna memiliki Kawasan Batu Sindu di Tanjung Senubing geomorfologi berupa perbukitan yg terbentang dari arah barat laut–tenggara dengan Gunung Ranai sebagai puncak tertingginya.

Daya tarik geowisata pesisir timur Natuna didominasi bebatuan besar yang memiliki cerita unik dan menarik untuk dipelajari mulai dari Batu Kapal, Batu Sindu, Batu Rusia, dan Alif Stone Park. Sebelum melakukan aktivitas geowisata atau geotrek, geowisatawan dapat menikmati kuliner khas Natuna di Kota Ranai seperti Tabel Mando dan Pedek atau hanya sekedar menikmati keindahan Batu Kapal han Pantai Kencana dengan ditemani secangkir racikan kopi khas Melayu yang jaraknya 5 menit dari Bandara Ranai. Selain itu, di Kota Ranai sudah ramai dengan adanya fasilitas bagi geowisatawan seperti hotel, penyewaan kendaraan, biro perjalanan wisata, pusat informasi wisata, dan pramuwisata. Hal tersebut menjadikan Kota Ranai sebagai pusat layanan pariwisata di Kabupaten Natuna.

Jarak tempuh dari pusat layanan pariwisata menuju daya tarik geowisata pertama (Batu Kapal) berjarak 3 km dengan waktu tempuh selama 10 menit. Sebelum menuju Batu Kapal, geowisatawan dapat melihat kemegahan Masjid Agung Natuna. Sementara itu DTG kedua (Batu Sindu) dan ketiga (Batu Rusia) yang memiliki jarak yang berdeka- tan dengan Batu Kapal. Alif Stone Park sebagai daya tarik geowisata terakhir memiliki jarak yang cukup jauh dari pusat layanan pariwisata dengan jarak tempuh sejauh 7 km atau sekitar 30 menit. Sebagai daya tarik pendukung geowisata, tidak jauh dari Alif Stone Park, geowisatawan dapat mengunjungi Pulau Senoa dan Pantai Tanjung. Lebih lanjut penjelasan empat daya tarik geowisata di pesisir timur Natuna dapat didownload di bawah ini.

Sumber:
Wulung, SRP. 2018. Geowisata Bahari Pesisir Timur Natuna. dalam Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan, Institut Teknologi Bandung. 2018. Pesona Bahari Nusantara. Warta Pariwisata, 16 (2).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *