Categories
Tourism Tourism Marketing

Lake Tourism

# Danau

Secara etimologi kata danau (lake) berasal dari daerah Inggris bagian tengah yang artinya lake/ danau (kolam/ tambak (lake pond), saluran air (waterway)), dari daerah Inggris Tua yang artinya lacu (kolam (pond), kolam renang (pool) dan aliran sungai (stream)) dan juga terkait dengan kata-kata Bahasa inggris bocor (leak) dan resapan (leach). Itilah danau juga digunakan untuk mendeskripsikan suatu ciri/ fitur layaknya Danau Erya, dimana danau tersebut berasal dari cekungan yang kering tetapi dengan berjalannya waktu cekungan kering tersebut menjadi penuh akan air disebabkan oleh kondisi dari musim penghujan [1].

Pendefinisian danau sebagai tubuh dari air berdasarkan lima karakteristik sebagai berikut [1]:

  1. Sebagian atau seluruh isi danau mengisi satu atau beberapa cekungan yang dihubungkan dengan selat;
  2. Pada dasarnya memilki tingkat air yang sama di semua bagian (kecuali untuk tinkat air yang relatif singkat yang disebabkan oleh angin, lapiran es, arus air dan lain-lain);
  3. Danau tidak memiliki intrusi regular/ campuran dari air laut;
  4. Sebagian besar dari sendimen tersuspensi dalam air yang ditangkap oleh cekungan (untuk hal ini terhadu danau perlu memilki aliran masuk yang relative kecil untuk rasio volume)
  5. Area danau diukur pada tingkat air rata-rata (misal, satu hektar).

Sementara untuk jenis-jenis danau terbagi menjadi 15 jenis, yaitu  [1]:

  1. Periglacial Lake, bagian pinggiran danau yang terbentuk dari lapisan es, ditutupi oleh es atau gletser, es tersebut menghalangi drainase alami dari daratan.
  2. Subglacial Lake, danau yang permanen tertutup oleh es yang terdapat dibawah gletser. Contoh danau yang terbesar adalah Danau Vostok di Antartika.
  3. Glacial Lake, danau yang diciptakan oleh banjir pada sebuah bendungan yang disebut waduk serta dilakukan penggalian oleh manusia atau oleh banjir dari sebuah insiden penggalian untuk operasi ektraksi mineral, seperti tambang terbuka.
  4. Meromictic Lake, danau yang memiliki lapiran air yang tidak tercampur. Lapisan terdalam dari air di danau tersebut tidak mengandung larutan oksigen.
  5. Fjord lake, sebuah danau di lembah glasial yang terkikis di bawah permukaan laut.
  6. Oxbow lake, danau yang terbentuk ketika liku lebar dari sungai atau sungai yang dipotong untuk membentuk sebuah danau.
  7. Rift Lake atau Sag Pond, sebuah danau yang terbentuk sebagi hasil dari penurunan sepanjang patanhan geologi di lempeng tektonik bumi.
  8. Underground Lake, danau yang terbentuk di bawah permukaan kerak bumi. Danau tersebut dapat berhubungan dengan beberapa gua, akuifer atau mata air.
  9. Crater Lake, danau yang terbentuk dari kaldera gunung berapi atau kawah setelah gunung berapi tersebut tidak aktif selama beberapa waktu.
  10. Lava Lake, kolam lava cair yang terkandung dalam kawah gunung berapi atau depresi lainnya. Danau lava yang telah beku baik sebagian maupun keseluruhan sepenuhnya dipadatkan juga disebut sebagai danau lava.
  11. Former, sebuah danau yang sudah tidak ada. Danau tersebut termasuk danau prasejarah dan danau yang telah secara permanen kering melalui pengupan atau campir tangan manusia.
  12. Ephermeral Lakeintermittent lake atau seasonal lake, danau musiman yang ada sebagi badan air selama hanya beberapa tahun.
  13. Shrunken, erat kaitannya dengan former lake (bekas danau) yang merupakan salah satu mengalami penyusutan secara drastic dalam kurun waktu geologi.
  14. Vlei, di Afrika Selatan, danau dangkal yang sangat bervariasi dengan musim.
  15. Ephishelf Lake, danau unik yang ada di atas tubuh air asin yang padat dan dikelilingi oleh es. Sebagian besar danau ini terdapat di Antartika

# Pariwisata Danau

Beberapa istilah juga telah digunakan mengenai pariwisata yang sumber daya utamannya yaitu air termasuk wisata bahari, wisata sungai, wisata kanal, wisata pantai, wisata berbasis marina dan baru-baru ini wisata danau. Sebagai alternatifnya, di Negara Kanada memiliki Canada Lake Tourism sering dianggap sebagai suatu pondok negara (cottage country) karena terdapatnya cottage danau. Pariwisata danau biasanya merupakan sebuah desa wisata (rural tourism) dimana pariwisata dnau sangat terkait dengan kegiatan pedesaan seperti memancing, berperahu dan pengembangan garis pantai oleh karena itu area pedesaan dijadikan sebagai pintu masuk atau pusat layanan untuk pariwisata danau [2]

Pariwisata danau sudah menjadi fokus utama dalam kegiatan rekreasi dan pariwisata, tetapi penelitian mengenai pariwisata danau secara internasional muncul pada awal tahun 2000-an. Sebagai contoh terdapat Konferensi Internasional Pariwisata Danau pertama pada bulan Juni 2003 yang memandang bahwa terdapat empat tema danau dalam pariwisata yaitu:

  1. Danau sebagai destinasi wisata,
  2. Alam dan budaya sebagai sumber daya dalam pengembangan pariwisata danau,
  3. Perencanaan dan pengelolaan pada pembangunan destinasi danau, dan
  4. Layanan nilai tambah dan marketing pada destinasi danau.

# Dampak Pariwisata Danau

Danau yang dijadikan sebagai suatu destinasi pariwisata menimbulkan beberapa dampak, pariwisata dapat berdampak terhadap kualitas danau dengan adanya bagian hulu pemanfatan lahan, peningkatan urbanisasi, infrastruktur limbah, sumber polusi dan minimnya pengelolaan limbah yang tidak memadai serta penggunaan sumber daya danau yang berlebihan. Dampak pariwisata danau biasanya berasal dari:

  1. Sejumlah aktivitas rekreasi (berenang, berperahu dan memancing);
  2. Sumber yang bukan berasal dari pariwisata (sungai membawa bahan kimia pertanian yang beracun dan makluk hidup dari batuan sendimen allochthonous, termasuk bakteria pathogen yang terbawa ke danau sehingga berpotensi merusak kualitas air dan lingkungan danau;
  3. Polusi dan limbah industri (berdampak tidak hanya pada mahluk hidup yang berada di danau, tetapi pada binatang lain yang terhubung ke dalam rantai makanan, termasuk manusia;
  4. Penyakit yang ditularkan melalui air (waterborne diseases), hal itu berpotensi bagi para pengguna danau (wisatawan dan masyarakat setempat).

Sementara itu pariwisata danau berdampak terhadap wisatawan yang berkunjung, pengalaman wisawatan selama berwisata danau kedalam suatu model pengalaman wisatawan (The Tourist Experience Model), sebagai berikut:

 Danau sebagai tempat aktivitasDanau sebagai sistem sosialDanau sebagai wilayah emosionalBagi danau itu sendiri
InterpretasiSebagai tempat hiburan, rekreasi dan pemulihanTempat untuk berinteraksi dengan keluarga dan temanMenyatu dengan lingkungan hidupPenggabungan dari lingkungan fisik, budaya dan danau itu sendiri
Tingkah lakuKetidakpedulian terhadap lingkungan baik menyadari maupun tidak menyadariFokus pengalaman berpusat pada hubungan socialMerasakan kesejahteraan/ kenyamananKeterikatan yang kuat untuk lanskap dan budaya
Sikap terhadap lingkunganKurangnya minat belajar lebih banyak tentang alam atau sejarah budayaKadaan fisik tidak relevanKekaguman terhadap lingkungan yang berbeda dari biasanya.Destinasi dianggap sebagai tempat yang lebih baik dibanding lingkungan rumah

Source:

[1] Henkel, M. (2015): 21st Century Homestead: Sustainable Agriculture II: Farming and Natural Resources, Lulu. com.

[2] Gartner W.C. (2006): Planning and management of lake destination development: Lake gateways in Minnesota, In Hall, C.M. dan T. Härkönen (Eds.): Lake Tourism. An Integrated Approach to Lacustine Tourism Systems, 167–181. Channel View Publications, Clevedon, Buffalo, Toronto.

[3] Tuohino, A. (2015): In Search of the Sense of Finnish Lakes: A Geographical Approach to Lake Tourism Marketing, Geographical Society of Northern Finland, Volume 44:5, Nordia Geographical Publications, Finlandia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *