Categories
Tourism Tourism Planning

PLOG 1973

Adalah seorang psikolog asal Amerika yang memperkenalkan teori psikologi wisatawan, relevansi teori tersebut masih dipakai hingga saat ini. Konsep Psychology of Tourists yang dipublikasikan pada tahun 1973 memiliki peran yang sangat penting dalam mengklasifikasikan tipe wisatawan, psychocentric dan allocentric.

Secara psikologi terdapat wisatawan yang kurang nyaman dengan lingkungan atau budaya baru/ unfamiliar. Hal tersebut berpengaruh terhadap perencanaan liburannya, mereka akan mencari tempat yang familiar/ mainstream. Tipikal wisatawan tersebut adalah psycho-centric. Sedangkan kelompok lain yang suka akan tantangan dalam mencari destinasi baru yang masih jarang bahkan belum pernah di datangi oleh banyak orang atau dengan kata lain mencari tempat yang unfamiliar/ antimainstream, mereka bertipikal wisatawan allocentric.

Seorang psychocentric tidak akan melakukan perjalanan yang jauh dari lingkungan rumahnya/ lingkungan yang dia kenal, sementara seorang allocentric akan bepergian jauh ke suatu tempat yang mereka belum pernah datangi.

Diluar pengklasifikasian tersebut, terkadang terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pergeseran wisatawan satu sama lain. Salah satu contoh, seorang psychocentric akan menjadi allocentric ketika tidak terdapat akomodasi (hotel) pada destinasi yang dituju sehingga dia bermalam di homestay/ rumah warga/ tenda. Posisi tersebut disebut midcentric.

5 faktor yang mempengaruhi karakteristik wisatawan:

  1. Segment Pasar, Psychocentric, menghindari resiko, ketergantungan, mencari kenyamanan. Allocentric, suka akan tantangan, mencari pengalaman baru, travel with passion
  2. Daya Tarik Wisata, Psychocentricbased on built attraction such as theme park, city tour and other favorable, while Allocentric prefer traveling to an authentic destination such as historical, cultural and nature with strong interaction to local residents
  3. Akomodasi, Psychocentric, hotel atau resort yang memilki brand chain internasional/ lokal, sementara Allocentric lebih memilih akomodasi dalam skala yang kecil seperti homestay, bed and breakfast hingga tenda.
  4. Status Ekonomi, Psychocentric, cenderung mendominasi destinasi secara perlahan. Allocentric memilki pengaruh linkage yang kuat dan meminimalisir leakage.
  5. Regulasi, Psychocentric, support for free market with short term profitability dan dominasi oleh perusahaan. Allocentric, actually monitored by local community.

Sebagai tambahan, berikut istilah-istilah lain yang dapat digunakan:

  • Psychocentric = mainstream = mass/ conventional tourism = group tourists
  • Allocentric  = antimainstream = alternative/ niche tourism = backpacker tourists

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *