Categories
Tourism Marketing

Citra Destinasi

Pariwisata memiliki karakteristik tangible dan intangible yang artinya produk pariwisata tidak dapat dibawa pulang, sebagaimana mestinya produk industri, produk pariwisata hanya dapat dirasakan, dilihat, dialami dan dinikmati. Kebanyakan produk pariwisata adalah jasa daripada barang fisik (produk) dan hanya dapat bersaing melalui citra.

Terdapat empat implikasi utama bagaimana peren citra pada suatu destinasi yaitu [1]:

#1 Tidak berwujud dan resiko (intangibility and risk)

Pariwisata tidah berwujud, tidak dapat  disentuh, ditukar, disimpan dan dipakai. Pariwisata dapat dirasakan pengalamannya setelah melakukan perjalanan yang sebenarnya. Oleh karena itu terdapat resiko dalam keputusan pembelian jasa pariwisata, diantaranya:

  1. Risiko Pelaksanaan, Cuaca Buruk; Demo Buruh; Pelayanan dibawah standar; Kerusuhan Sipil; Pencurian;  Bencana Alam; Teroris; Kemacetan; Wabah Penyakit; Pertukaran Mata Uang
  2. Risiko Sosial, Risiko sosial dapat terjadi ketika bergabung dengan tur pelatih asing, liburan merupakan interaksi antara penggabungan ke dalam kelompok dan menegaskan individualitas.
  3. Risiko Fisik, Wisatawan tidak hanya menilai risiko bahaya di destinasi, tetapi juga akan mempertimbangkan fasilitas transportasi dan lingkungan perjalanan
  4. Risiko Keungan, Semakin tinggi tingkat keterlibatan dalam keputusan, semakin tinggi risiko yang dirasakan mungkin akan. Contoh: Liburan tahunan.

#2 Ketidakterpisahan dan keberagaman (inseparability and variability)’

Pelanggan secara aktif terlibat dalam pengiriman layanan, karena produksi dan konsumsi terjadi secara bersamaan.  Wisatawan telah mencari keterlibatan yang lebih besar dalam produk pariwisata sebagai peserta bukan sebagai pengamat pasif. Juga, persepsi dari pengalaman dari destinasi yang sama mungkin berbeda antar wisatawan, menyebabkan persepsi wisatawan terhadap nilai yang diberikan oleh destinasi wisata berbeda pula.

#3 Keretanan (perishability)

Pelayanan dari sebuat destinasi bersifat tahan lama, karena hal itu tidak dapat disimpan untuk dijual kemudian. Secara Bisnis pribadi , mereka berusaha mencocokan kapasitas bisnisnya secara berkala dalam memprediksikan manajemen dan promosi penjualan. Untuk DMO ini merupakansuatu tantangan dalam memprediksikan dampak musiman, periode berkala, spesial event dan

#4 Substitusi (substitutability)

Banyaknya daerah tujuan wisata  (destinasi wisata) tidak berarti untuk membangun suatu dearah tujuan wisata yang baru mengakibatkan akan susah untuk mendapatkan wisatawan. Justru dengan DTW baru ini, menjadikan hal yang substitusi (pilihan lain), bagi para wisatawan. Oleh karena itu, dengan wawasan tersebut, DMO perlu untuk menitikberatkan perhatiannya terhadap proses pembentukan citra (Image Formation Process). Proses pembentukan citra, terdiri dari 5 tahap yaitu: (1) The mind’s defense, (2) Associative network memory, (3) Perception in reality, (4) Organic and induced image; dan (5) Cognation, affect and conation. Penjelasan dari proses pembentukan citra dijelaskan berikut ini:

  1. The mind’s defense, Sudut pandang ini menyatakan bahwa  jika konsumen memiliki citra yang kurang baik terhadap  area sekitar destinasi. Maka disitu peran DMO untuk menyederhanakan citra dengan mengembangkan gambar yang disederhankan melalui beberapa cara, misal  campaign melalui media terpercaya.
  2. Associative network memory, hal ini berhubungan dengan panca indra manusia secara fungsional dan psikologis. Setiap destinasi sebaiknya memberikan fitur unik, dimaan wisatawan bisa mengingat secara psikologis .
  3. Perception in reality, hal nyata yang  dirasakan oleh wisatawan yang nyata di konsekuensinya. Hal ini dapat diatasi dengan memberikan unsur nyata dalam media promosi, seperti video live report dari destinasi dan repost foto spontan yang diunggap oleh wisatawan
  4. Organic and induced image
    Citra Alami: Media masa, pelajaran geografi, Informasi sehari-hari, internet, media sosial , dimana semuanya terjadi secara alami
    Citra PemicuPengaruh promosi DTW yang diarahkan oleh para DMO
  5. Cognation, affect and conation, tahap dalam cograntion  dapat diartikan dalam kepedulian konsumen yang selanjutnya mengarah kepada alternatif pilihan produk dan evaluasi yang terdapat pada tahap affect, sedangkan tahap akhir yaitu conation menjadikan konsumen memilih produk sesuai pemahaman pada tahap-tahap sebelumnya.
KebutuhanMotifLiteratur Pariwisata
PsikologiRelaksasiLari dari rutinitas sehari-hari, istirahat mental dan fisik, menghilangkan ketegangan.
KeamananKeselamatanSehat, rekreasi, menjaga diri dan sehat
Rasa MemilikiKasih SayangKebersamaan bersama keluarga, Peningkatan hubungan kekerabatan, interaksi sosial, pemeliharaan hubungan pribadi, menjaga silaturahmi
PenghargaanStatus dan PencapaianPengakuan sosial, pengembangan pribadi, naik jabatan, pencapaian target penjual, menunjukan pentingnya seseorang kepada orang lain.
Aktualisasi DiriKejujuran pribadiExplorasi dan evaluasi diri, menemukan jati diri, keinginan batin
KeingintahuanPengetahuanKultural, edukasi, ketertarikan pada area asing, suka tantangan
EstetikaApresiasi keindahanLingkungan, pemandangan

Selain itu terdapat pula tahapan yang disebut dengan AIDAS (Attention, interest, desire, action dan satisfaction) dimana pada tahap pertama wisatawan akan menaruh perhatiannya (attention) pada suatu destinasi yang memiliki citra baik, selanjutnya wisatawan akan tertarik (interest) pada destinasi tetapi tidak mengunjungainya, hingga timbul hasrat atau niat (desire) wisatwan untuk mengunjungi destinasi (action) dan ternyata wisatawan terpenuhi kebutuhan akan berwisata sesuai citra merek destinasi tersebut (satisfaction) [2].

Ketika termotivasi untuk bertindak, wisatawan menjadi pembuat keputusan. Wisatawan menentukan langkah dalam mengambil keputusan berkunjung kesebuah destinasi melalui beberapa tahap, diantaranya:

  1. Tidak tersedia dan tidak menyadari akan terdapatnya destinasi pariwisata
  2. Kesadaran
  3. Peduli dan tidak peduli
  4. Opini
  5. Rumor
  6. Pemilihan Destinasi

Keputusan harus dibuat berdasarkan Kemana kita akan pergi? Kapan? Bagaimana untuk mencapainya? dan apa yang akan dilakukan disana?